Kota Bekasi-Berindonews. id|
Viral Sebuah video yang memperlihatkan aksi saling merekam antara seorang jurnalis online dan pria yang diduga pedagang obat golongan G jenis Tramadol dan Eximer viral di media sosial instagram.
Dari tangkapan layar tiktok jejakpos, Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Kalimanggis, Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Kranggan, Kota Bekasi.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat seorang jurnalis merekam aktivitas di depan sebuah toko yang diduga menjual obat-obatan keras secara bebas.
Aksi tersebut kemudian dibalas dengan perekaman oleh pria yang diduga sebagai pemilik atau penjaga toko.
Jurnalis Pertanyakan Peran Aparat dan Pemkot Bekasi
Saat merekam video, jurnalis tersebut terdengar mempertanyakan keberadaan aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.
“Peran APH dan Pemerintah Kota Bekasi ke mana ini? Ada penjual obat golongan G Tramadol Kenal Hukum,” ucap jurnalis dengan nada tegang dalam rekaman video.
Ia juga mempertanyakan peran kepolisian terkait dugaan penjualan obat keras di lokasi tersebut.
“Polisi ke mana ini? Kok bisa obat seperti ini dijual bebas,” lanjutnya sambil tetap merekam kondisi di depan toko.
Video Berujung Cekcok di Lokasi
Dalam video yang sama, jurnalis menyebut lokasi tersebut terkesan kebal hukum karena dugaan aktivitas penjualan Tramadol yang berlangsung terbuka.
Ia terus merekam situasi sambil menyuarakan kritik terhadap aparat terkait.
Situasi memanas ketika pria yang diduga pedagang obat tersebut merasa terpojok akibat perekaman video.
Dalam rekaman lanjutan yang diunggah ke media sosial, terlihat adanya aksi saling tarik, dorong, dan dugaan perampasan ponsel milik jurnalis.
Rekaman Terputus, Dugaan Perampasan Ponsel
Insiden tersebut terjadi pada Minggu sore, 4 Januari 2026.
Video yang beredar berdurasi lebih dari satu menit dan mendadak terputus saat terjadi keributan di lokasi.
Diduga, ponsel jurnalis dirampas oleh pria yang diduga pedagang obat golongan G tersebut, sehingga perekaman terhenti secara tiba-tiba.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait insiden tersebut maupun dugaan penjualan obat keras di lokasi kejadian.
(Nov Marbun)














