Example floating
Example floating
Berita IndonesiaNasionalPemerintahUncategorized

Harapan Penuh Komitmen di Hari Kartini,KOWANI Terus Dorong Warisan Pemikiran Perempuan Indonesia Sampai Diakui UNESCO

13
×

Harapan Penuh Komitmen di Hari Kartini,KOWANI Terus Dorong Warisan Pemikiran Perempuan Indonesia Sampai Diakui UNESCO

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Berindonews.id|

Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahyanto (memegang mic) bersama anggota KOWANI dalam puncak peringatan Hari Kartini melalui Kick-Off Nasional dan Global “KOWANI Goes to UNESCO Memory of the World” di Jakarta, Selasa (21/4).

Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini kembali digaungkan dalam rangkaian peringatan Hari Kartini 2026 yang digelar Kongres Wanita Indonesia (KOWANI). Peringatan tahun ini tidak sekadar menjadi refleksi atas gagasan emansipasi perempuan, tetapi juga diarahkan pada upaya strategis membawa warisan intelektual perempuan Indonesia ke panggung global.

Rangkaian kegiatan dimulai pada 19 April 2026 melalui Fun Walk Berkebaya Nasional yang melibatkan berbagai organisasi perempuan, komunitas, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini menjadi simbol penguatan identitas budaya sekaligus solidaritas perempuan Indonesia.
Sehari berikutnya, KOWANI menggelar Renungan Kartini pada 20 April 2026.

Agenda ini menjadi ruang refleksi atas pemikiran Kartini yang tertuang dalam kumpulan suratnya, yang kemudian dikenal luas melalui buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Karya tersebut dinilai sebagai tonggak penting dalam sejarah kesadaran pendidikan dan kesetaraan perempuan di Indonesia.

Ketua Umum KOWANI, Nannie Hadi Tjahyanto, menegaskan relevansi pemikiran Kartini hingga saat ini.

“Pemikiran Kartini jauh melampaui zamannya. Melalui surat-suratnya, Kartini menyalakan obor kesadaran bahwa perempuan adalah bagian penting dalam membangun peradaban bangsa,” ujarnya.

Puncak peringatan berlangsung pada 21 April 2026 melalui Kick-Off Nasional dan Global “KOWANI Goes to UNESCO Memory of the World” di Jakarta. Program ini bertujuan mendorong pengakuan internasional terhadap arsip dan sejarah perjuangan perempuan Indonesia melalui skema UNESCO Memory of the World.

Menurut Nannie, langkah tersebut bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari strategi besar menempatkan kontribusi perempuan Indonesia dalam sejarah peradaban dunia.

“Perempuan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa. Kini saatnya warisan pemikiran dan perjuangan itu diangkat ke panggung global,” tegasnya.

Kegiatan ini juga melibatkan generasi muda yang menyampaikan pandangan strategis terkait masa depan gerakan perempuan. Mereka menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan, inovasi sosial, pendidikan, teknologi digital, hingga isu lingkungan berkelanjutan.

Diskusi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini terus hidup dan berkembang melalui perspektif generasi baru. KOWANI menilai regenerasi kepemimpinan perempuan menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan gerakan.

Selain itu, agenda peringatan diisi dengan paparan tentang peradaban perempuan Indonesia, deklarasi nasional, serta konsolidasi organisasi perempuan dari berbagai daerah. Seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk memperkuat posisi perempuan dalam pembangunan nasional.

Melalui momentum Hari Kartini 2026, KOWANI mengajak perempuan Indonesia, termasuk generasi muda, untuk terus melanjutkan semangat Kartini melalui penguatan pendidikan, kepemimpinan, dan solidaritas.

“Dari semangat Kartini, kita menyalakan terang bagi masa depan perempuan Indonesia—dan dari Indonesia kita membawa pesan peradaban perempuan ke dunia,” tutup Nannie.

(Nov Marbun&Tim)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!