Kab. Samosir,Berindonews|
Upaya memperkuat fondasi ketahanan pangan di wilayah Tapian Dolok terus digenjot. Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Samosir meresmikan langkah strategis melalui pembangunan gudang logistik modern yang akan menjadi pusat distribusi bagi tiga kabupaten.
Rencana besar ini dibahas dalam audiensi kerja di Rumah Dinas Bupati Samosir, yang dipimpin langsung oleh Pimpinan Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, didampingi Pimpinan Cabang Bulog Pematang Siantar, Berdian Damanik.
Budi Cahyanto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini sangat krusial untuk menjawab tantangan distribusi dan ekonomi masyarakat. Kehadiran gudang ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, serta memangkas biaya operasional yang selama ini menjadi beban.
“Gudang ini bukan hanya bangunan, melainkan solusi nyata. Kami ingin memastikan logistik pangan dapat didistribusikan lebih cepat, merata, dan efisien hingga ke tangan masyarakat,” tegas Budi Cahyanto.
Investasi Negara untuk Tiga Wilayah
Proyek strategis nasional ini akan dibiayai sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026 melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN). Dengan kebutuhan lahan seluas 1,5 hingga 2 hektare, fasilitas ini dirancang tidak hanya melayani Samosir, tetapi juga menjangkau Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat.
Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut positif inisiatif ini dan siap memfasilitasi penyediaan lahan. Namun, ada harapan besar agar manfaat gudang ini dapat diperluas untuk menyerap potensi lokal.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Bulog. Namun, harapan kami, nantinya gudang ini tidak hanya menampung beras dan minyak, tetapi juga dapat menampung komoditas unggulan daerah seperti cabai merah dan jagung. Ini akan menjadi angin segar dan nilai tambah besar bagi nasib petani kami,” ujar Bupati Samosir.
Untuk memaksimalkan efisiensi, Pemerintah Daerah mengusulkan kawasan Tele sebagai lokasi prioritas. Wilayah ini dinilai sangat strategis karena berada di titik tengah perbatasan tiga kabupaten serta dikelilingi oleh potensi agraris yang besar, sehingga distribusi dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan optimal.
(Paraloan Pakpahan, SI. Kom)














