Sumut, Kab.Samosir 7/4/2026 –Berindonews. id|
PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (Bank Sumut) mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas usahanya dengan menetapkan target naik kelas menjadi Kelompok Bank dengan Modal Inti 2 (KBMI 2). Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution.
Berdasarkan hasil kesepakatan RUPS, strategi pemenuhan modal dilakukan melalui dua skema utama, yaitu penyetoran kembali 15% dari dividen tahun 2025 sebagai tambahan modal pada tahun 2026, serta penyertaan modal sebesar Rp100 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Hingga saat ini, posisi modal inti Bank Sumut tercatat mencapai Rp5,2 triliun. Namun, untuk memenuhi syarat klasifikasi KBMI 2, institusi perbankan ini masih membutuhkan tambahan modal sebesar Rp800 miliar lagi.
Sebagai pemegang saham, langkah ini mendapatkan dukungan penuh. Kenaikan kelas dinilai sebagai upaya krusial untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kualitas layanan, serta menghadirkan inovasi produk perbankan yang lebih beragam dan kompetitif. Dengan status KBMI 2, Bank Sumut diproyeksikan memiliki daya saing yang lebih kuat di industri perbankan nasional sekaligus memperluas kontribusinya dalam pembangunan ekonomi daerah.
Gubernur Bobby Afif Nasution juga menekankan arah pengembangan ke depan agar Bank Sumut tidak hanya bergantung pada pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun segmen Aparatur Sipil Negara (ASN). Di harapkan bank daerah tersebut dapat memperluas pangsa pasar melalui pengembangan produk-produk yang mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dan sektor usaha.
Peran strategis Bank Sumut juga disoroti oleh Bupati Kabupaten Samosir, Vandiko Timotius Gultom. Menurutnya, sebagai bank daerah, keberadaan Bank Sumut sangat vital bagi roda ekonomi wilayahnya. Selama ini, lembaga tersebut telah berkontribusi nyata melalui penyediaan akses keuangan yang lebih luas, dukungan pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta industri lokal, hingga mendorong iklim investasi yang kondusif.
“Bank Sumut telah hadir dengan produk dan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Samosir. Hal ini secara langsung berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga,” ujar Vandiko.
Dengan target kenaikan kelas ke KBMI 2, diharapkan kapasitas dan jangkauan layanan Bank Sumut akan semakin luas, sehingga perannya dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Samosir dan seluruh wilayah Sumatera Utara dapat berjalan lebih efektif dan maksimal.
(Paraloan Pakpahan)














