Example floating
Example floating
BekasiBerita IndonesiaInvestigasiKriminalNasionalPolriUncategorized

Misteri Kematian Terapis SPA di Kayuringin Kota Bekasi Terkuak,Ternyata Dibunuh Suami Sirih di Kamar Kos

2
×

Misteri Kematian Terapis SPA di Kayuringin Kota Bekasi Terkuak,Ternyata Dibunuh Suami Sirih di Kamar Kos

Sebarkan artikel ini

Kota Bekasi-Berindonews.id|

Misteri kematian seorang perempuan terapis SPA berinisial SM (23) yang ditemukan tewas di kamar kosnya di Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan, akhirnya menemui titik terang. Kepolisian memastikan SM bukan meninggal karena sebab alami, melainkan akibat tindakan kekerasan.

Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengungkapkan proses pengungkapan dilakukan dalam waktu kurang dari empat hari sejak mayat korban ditemukan dalam kamar kos nomor 08, Jalan Letnan Arsyad, Bekasi Selatan.

“Dalam waktu empat kali 24 jam, Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota bersama Unit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya telah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan,” kata Braiel kepada wartawan, Senin (12/1/2026).

Penyelidikan Berlapis dan Temuan Forensik

Sejak jenazah ditemukan pada Rabu malam, 7 Januari, kepolisian bergerak cepat melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, dan mengirim jenazah korban untuk autopsi. Sedikitnya 11 orang dimintai keterangan.

Namun temuan kunci justru datang dari meja forensik. “Hasil autopsi menyatakan korban meninggal akibat kerusakan pada cincin tenggorokan yang disebabkan oleh kekerasan benda tumpul,” kata Braiel.

Keterangan itu menutup dugaan awal yang sempat menyebut korban mungkin keracunan atau bunuh diri karena ditemukannya botol cairan pembersih toilet di sekitar tubuh korban.

Temuan autopsi sekaligus memperkuat kesimpulan penyidik bahwa SM meninggal akibat perbuatan orang lain. Rekonstruksi ulang kondisi kamar juga menguatkan dugaan adanya perlawanan ataupun pembekapan pada bagian leher korban.

Jejak Pelarian Pelaku

Serangkaian fakta lapangan mengarah pada seorang pria berinisial AH (29). Saat korban ditemukan, AH sudah tidak lagi berada di Bekasi. Polisi kemudian menelusuri pergerakan pelaku dan menemukan petunjuk bahwa ia melarikan diri ke Provinsi Banten.

Pada Minggu malam, unit gabungan menangkap AH di Kabupaten Lebak.
“Terduga pelaku kami amankan di wilayah Kabupaten Lebak, Banten, setelah yang bersangkutan dalam pelarian,” ujar Braiel.

Penangkapan di luar wilayah TKP membuka pertanyaan soal motif dan hubungan pelaku dengan korban.

Hingga Senin siang, penyidik belum mengungkap apakah pembunuhan dilakukan karena motif ekonomi, hubungan personal, atau motif lainnya.

Motif Masih Ditutup, Peran Pelaku Diselidiki

Saat ini, AH menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Polisi berjanji mengungkap detail motif, hubungan antara pelaku dan korban, serta rekonstruksi utuh kejadian.

Pendalaman juga dilakukan atas kemungkinan adanya upaya penghilangan jejak atau manipulasi TKP, mengingat posisi barang-barang di kamar kos serta keberadaan cairan pembersih toilet di dekat tubuh korban.

Autopsi Menggugurkan Dugaan Awal

Sejak jenazah SM ditemukan pada Rabu malam, 7 Januari, kepolisian bergerak cepat. Sebanyak 11 saksi diperiksa, termasuk keluarga, tetangga kos, dan rekan kerja korban.

Dugaan awal yang sempat mengarah pada keracunan atau bunuh diri—berdasarkan botol cairan pembersih toilet yang ditemukan di dekat tubuh SM—gugur setelah hasil autopsi keluar.

Laporan forensik menemukan kerusakan pada cincin tenggorokan akibat tekanan benda tumpul.

“Korban meninggal akibat perbuatan kekerasan,” kata Braiel. Hasil ini menutup kemungkinan kematian alami dan memperkuat dugaan bahwa pelaku berada dalam lingkar terdekat korban.

Jejak Menuju Pelaku dan Hubungan Gelap

Seluruh petunjuk mengarah pada AH, pria berusia 29 tahun yang sehari-hari bekerja serabutan di Bekasi. Penangkapan terjadi pada Minggu malam pukul 23.18 WIB di Kabupaten Lebak, Banten. AH sempat melarikan diri setelah kematian korban.

Dalam pemeriksaan, terungkap hubungan antara korban dan pelaku: keduanya menikah siri. Di luar hubungan dengan SM, pelaku diketahui sudah memiliki keluarga resmi. Konstruksi sosial semacam ini bukan hal baru di wilayah penyangga Jakarta, di mana struktur ekonomi informal dan pergeseran relasi domestik kerap saling berkelindan.

Polisi menyebut pembunuhan dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban.

“Peristiwa diawali percekcokan pada pagi hari. Pelaku kemudian tidak dapat mengendalikan emosi dan melakukan pembunuhan dengan cara memiting atau mencekik leher korban,” ujar Braiel.

Namun penyidik menilai emosi pelaku bukan muncul sesaat. Indikasi percekcokan berulang muncul beberapa hari sebelum kejadian.

“Ada perselisihan yang intens antara pelaku dan korban,” tambah Braiel.

Ruang Tertutup dan Kerentanan Pekerja Urban

Pembunuhan terjadi di ruang tertutup tanpa saksi. Kondisi ini membuat polisi bergantung pada jejak forensik dan pengakuan pelaku. SM ditemukan tewas dalam kamar kos nomor 08, tanpa tanda-tanda keributan besar di luar ruangan.

Setelah ditangkap, AH kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Polisi belum menyimpulkan apakah pelaku berusaha menghilangkan jejak, termasuk terkait keberadaan cairan pembersih toilet di TKP.

Selain motif cemburu, penyidik juga mendalami apakah ada persoalan ekonomi yang memperburuk situasi. Relasi asmara di tengah tekanan finansial menjadi salah satu pola yang kerap muncul pada kasus-kasus serupa.

(Marbun)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!