Example floating
Example floating
Berita IndonesiaInternasionalNasionalOtomotifTeknologiUncategorized

Beda Nasib Penjualan Mobil vs Motor di RI pada 2025 Hingga Awal Tahun 2026

22
×

Beda Nasib Penjualan Mobil vs Motor di RI pada 2025 Hingga Awal Tahun 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta-Berindonews.id|

Pasar sepeda motor baru di RI (Republik Indonesia) pada 2025 kemarin berbeda nasib dengan pasar mobil barunya. Jika penjualan mobil turun, penjualan motor masih memperlihatkan kenaikan. Penjualan motor pada 2026 pun diproyeksikan naik lagi ketimbang tahun lalu.

AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia), melalui keterangan resminya baru-baru ini, mengumumkan capaian penjualan motor sebanyak 6.412.769 unit sepanjang 2025 kemarin. Terjadi pertumbuhan sebesar 1,3 persen jika dibandingkan dengan capaian selama 2024.

Sebaliknya, pasar mobil di Indonesia pada 2025 malah mengalami penurunan. Berdasarkan data resmi Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia), penjualan retail (distribusi diler ke konsumen) pada Januari-Desember 2025 adalah 833.702 unit atau turun 6,29 persen dibandingkan 2024.

Baik Gaikindo maupun AISI sama-sama menyebut adanya pelemahan daya beli pada 2025. Kendati begitu, kenaikan penjualan motor pada 2025 dinilai oleh pengurus AISI sebagai indikasi bahwa motor masih menjadi alat transportasi yang paling dipilih dan dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Rata-rata penjualan sepeda motor domestik per bulan di angka 535 ribu unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif dipakai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi maupun leisure dan gaya hidup masyarakat kita,” ujar Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala dalam pernyataan pers.

Hasil penjualan motor 2025 sendiri sesuai dengan proyeksi AISI sejak awal tahun lalu yakni 6,4-6,7 juta unit. Sementara itu, pengurus Gaikindo perlu dua kali merevisi target transaksi jual-beli mobil pada 2025, dari awalnya 900 ribu unit, 850 ribu, lalu akhirnya 780 ribu unit.

Kredit Sepeda Motor Lebih Sehat dan Kuat Ketimbang Kredit Mobil


Dukungan perusahaan pembiayaan, lanjut dia, juga berperan penting. Pendanaan kredit motor pada 2025 disebut relatif sehat dan kuat.

Ini penting karena menurut Sigit, sebanyak 65 persen pembeli motor di Indonesia masih melakukan akuisisi dengan skema kredit. Masyarakat khususnya di kelas menengah pun mengalami pelemahan daya beli.

Jika dibandingkan kembali dengan pasar mobil, hampir sepanjang 2025 terjadi pengetatan kredit oleh pihak leasing maupun perbankan, menurut Marketing and Coprorate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Sri Agung Handayani ketika ditemui pada berbagai kesempatan.

Pasalnya, menurut Agung, selain penurunan daya beli juga terjadi penurunan daya bayar. Peningkatan kredit macet (non performing loan/NPL) pun terjadi.

Padahal, pasar mobil di Indonesia lebih bergantung lagi kepada skema kredit. Merujuk pada keterangan Agung, pembelian kredit di Daihatsu sebagai merek mobil terlaris kedua dia Indonesia berkontribusi sebanyak 70 persen-an.

(Red)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!