Bekasi Kota–Berindonews.id|
Insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin malam, 27 April 2026 sekitar pukul 20.55 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya luka-luka, serta memicu gangguan operasional perjalanan kereta api di wilayah tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula ketika sebuah taksi online mogok di perlintasan rel kereta api sekitar 200 meter dari stasiun. KRL yang melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang sempat menabrak kendaraan tersebut, menyebabkan gangguan pada sistem persinyalan dan membuat rangkaian KRL tertahan di jalur 1 stasiun. Beberapa saat kemudian, KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi yang datang dari arah barat tidak dapat menghentikan laju dan menabrak bagian belakang KRL yang sedang berhenti. Hantaman cukup keras menyebabkan gerbong belakang KRL rusak parah dan banyak penumpang terjepit.
Tim gabungan yang terdiri dari petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI), Basarnas, kepolisian, dan tenaga medis segera melakukan evakuasi dengan mengutamakan keselamatan korban. Proses penyisiran terus dilakukan hingga Selasa pagi untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di dalam gerbong.
Korban meninggal dunia dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, sedangkan korban luka-luka mendapatkan penanganan medis di berbagai rumah sakit, antara lain RSUD Bekasi, RS Bella, dan RS Primaya. Selain itu, KAI juga membuka posko tanggap darurat dan layanan informasi di Stasiun Bekasi Timur serta Contact Center 121 untuk membantu keluarga korban. Operasional stasiun sementara dibatasi, dengan perjalanan KRL hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi dan pengaturan jalur yang terbatas.
Pada Selasa pagi, 28 April 2026 sekitar pukul 08.39 WIB, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto datang menjenguk para korban yang dirawat di RSUD Bekasi. Didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Presiden langsung menuju ruang perawatan untuk melihat kondisi korban secara langsung.
Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas nama pribadi dan pemerintah. “Kita semua prihatin dan kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Presiden juga menginstruksikan agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kejadian. “Kita segera akan mengadakan investigasi bagaimana kejadiannya, agar kita bisa mengambil langkah-langkah yang tepat agar hal seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.
Selain itu, Prabowo memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang optimal dan menjanjikan pemberian kompensasi. Ia juga menyoroti kondisi perlintasan kereta api yang masih banyak menggunakan sistem lama, dan menyatakan pemerintah akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki seluruh titik perlintasan di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan.
Hingga berita ini diturunkan, proses pembersihan lokasi dan perbaikan infrastruktur masih terus dilakukan untuk memulihkan operasional perjalanan kereta api secepat mungkin.
( Ependi Ambarita)














