Kab. Samosir,Onan runggu –Berindonews.id|
Menginjak usia ke-69 tahun, SD Swasta Katolik St. Paulus Onanrunggu tidak menunjukkan tanda-tanda melemah. Sebaliknya, lembaga pendidikan tertua dan satu-satunya di Kecamatan Onanrunggu yang meraih akreditasi A justru semakin giat membenahi fasilitas dan kualitas layanan. Bukti nyata dari semangat kemajuan tersebut terlihat dari pembangunan gedung baru yang kini sudah memasuki tahap akhir pengerjaan.
Perjalanan panjang sekolah ini bermula dari keprihatinan atas kondisi pendidikan di wilayah tersebut pada tahun 1957. Saat itu, Sekolah Rakyat milik pemerintah yang ada di Onanrunggu tidak terurus dengan baik, menyebabkan jumlah murid terus menurun hingga akhirnya ditutup total. Menanggapi situasi kritis tersebut, Gereja Katolik melalui Vikariat Apostolik Padang di bawah pimpinan Mgr. H.H.M. Jenniskens, OFMCap mengambil langkah strategis dengan mendirikan SD RK St. Paulus pada 1 Agustus 1957. Dengan mengandalkan tenaga pengajar yang terdiri dari putra daerah dan misionaris yang berdedikasi, sekolah ini langsung mampu menampilkan kualitas pendidikan yang unggul dan mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat.
Prestasi gemilang kembali diraih sekolah ini di bawah kepemimpinan Caston Situmorang, S.Pd., mantan pendidik di SMP Katolik Bakti Mulia. Berkat kerja keras seluruh warga sekolah, SD St. Paulus berhasil mendapatkan predikat akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah. Pencapaian ini menempatkan sekolah tersebut dalam kelompok 3,02 persen sekolah dasar terbaik di antara 398 lembaga sejenis yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Samosir.
Meski telah meraih penghargaan bergengsi, Kepala Sekolah Caston Situmorang menegaskan bahwa prestasi tersebut tidak dijadikan alasan untuk berpuas diri atau berleha-leha. “Bagi kami, akreditasi A bukanlah bantal untuk beristirahat, melainkan beban tanggung jawab yang harus diemban sebaik-baiknya. Setiap anak di Onanrunggu berhak mendapatkan pendidikan dan fasilitas terbaik, dan ini adalah tugas kami untuk mewujudkannya,” ujarnya dengan tegas.
Sebagai perwujudan nyata dari tanggung jawab tersebut, sekolah kini tengah menyelesaikan pembangunan gedung baru di atas lahan seluas 1.564 meter persegi. Bangunan that yang sudah hampir rampung ini nantinya akan dilengkapi dengan ruang kelas berdesain modern, laboratorium komputer yang memadai, serta aula serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan siswa. Pembangunan ini ditujukan untuk menghadirkan fasilitas pendidikan setara dengan standar nasional, sehingga anak-anak di wilayah pedalaman pun dapat menikmati sarana belajar yang layak dan berkualitas.
Selain memperhatikan aspek fisik dan fasilitas, pembentukan karakter tetap menjadi prioritas utama sekolah yang berlandaskan nilai-nilai Katolik ini. Nilai kejujuran, kasih sayang, dan kedisiplinan ditanamkan secara konsisten kepada setiap siswa sejak mereka duduk di bangku kelas awal. Tidak hanya itu, adaptasi terhadap perkembangan teknologi juga terus dilakukan melalui penerapan sistem pembelajaran digital, penggunaan rapor elektronik, hingga sistem pencatatan kehadiran siswa yang berjalan secara waktu nyata.
Perjalanan SD St. Paulus dari sebuah sekolah sederhana di tahun 1957 hingga kini hadir dengan wajah baru dan fasilitas modern pada tahun 2026, menjadi bukti nyata dari komitmen panjang Gereja Katolik dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Samosir melalui jalur pendidikan, bahkan sejak masa-masa awal kemerdekaan bangsa Indonesia.
(Paraloan Pakpahan. SI. Kom)














