Example floating
Example floating
Berita IndonesiaNasionalPemerintahPolitikUncategorized

JK Gelar Konferensi Pers di Kebayoran Baru: Tegaskan Peran Penting di Balik Karier Jokowi, Bantah Fitnah

16
×

JK Gelar Konferensi Pers di Kebayoran Baru: Tegaskan Peran Penting di Balik Karier Jokowi, Bantah Fitnah

Sebarkan artikel ini

Jakarta,Berindonews.id|

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar konferensi pers khusus di kediamannya, Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, JK memberikan klarifikasi tegas terkait sejumlah isu yang berkembang, mulai dari peran politiknya hingga berbagai tuduhan yang menyerang nama baiknya.

Di hadapan awak media, JK menyoroti istilah “Termul” atau “Ternak Mulyono” yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Dengan nada tegas, ia menegaskan kontribusi besarnya dalam mengantarkan Joko Widodo (Jokowi) menuju puncak kepemimpinan nasional.

“Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Tanpa menjadi Gubernur, mana bisa jadi Presiden?” ujar JK.

Menurut JK, dirinyalah yang secara langsung meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mengusung Jokowi sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta. Kemenangan di Jakarta dinilainya sebagai modal utama yang membawa nama Jokowi dikenal luas hingga akhirnya terpilih sebagai Presiden selama dua periode.

Selain membahas sejarah politik, JK membantah keras tuduhan yang menyebutkan dirinya mendanai pihak-pihak tertentu untuk mempersoalkan keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Ia menilai tuduhan tersebut sebagai fitnah yang tidak berdasar.

“Itu tidak benar dan tidak etis. Saya tidak ada urusan dengan itu,” tegasnya.

Terkait laporan yang dibuat oleh pihak bernama Rismon Sianipar, JK menyatakan akan menempuh jalur hukum untuk membela nama baiknya dari tuduhan yang dinilai tidak benar tersebut.

JK juga menjelaskan mengenai video ceramahnya di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang membuatnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama.

Ia menegaskan bahwa materi yang disampaikan bertema perdamaian, khususnya membahas pengalaman penyelesaian konflik di Poso dan Ambon. JK meminta publik melihat konteks utuh, bukan hanya potongan video yang diedit.

Meski memberikan klarifikasi keras terhadap berbagai serangan, JK menutup sesi tersebut dengan menyatakan tidak memiliki masalah pribadi dengan Jokowi. Sikapnya, menurut dia, murni untuk menyampaikan fakta dan kebenaran sejarah.

Konferensi pers ini turut dihadiri oleh mantan Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin serta juru bicara JK, Husain Abdullah.

 

(Red)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!