Jakarta – Berindonews.id|
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memastikan pengawalan buruh dari Jawa Barat menuju Jakarta telah dipersiapkan dengan baik, termasuk pengaturan pergerakan bus di lapangan. Sejumlah massa akan menggelar aksi memperingati May Day 2026 di Monas, Jakarta, Jumat, 1 Mei 2026.
“Pengamanan dan pengawalan sudah disiapkan secara matang. Pergerakan bus menuju Jakarta akan diatur agar berjalan aman dan lancar,” kata Kakorlantas Polri dalam keterangannya, Kamis, 30 Mei 2026.
Agus menyampaikan ini dalam kegiatan “Polantas Menyapa” dengan komunitas ojek online (ojol) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jenderal polisi bintang dua itu menyapa komunitas ojol, karena menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas. Selain itu, ojol bagian dari buruh yang akan ikut aksi di May Day nanti.
Kakorlantas menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam membangun budaya tertib lalu lintas. Pengemudi ojol dinilai memiliki peran strategis sebagai bagian dari mobilitas harian masyarakat, sekaligus mitra dalam menciptakan keamanan dan keselamatan di jalan.
“Keselamatan lalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Kolaborasi dengan komunitas ojol menjadi kunci untuk membangun kesadaran dan kepatuhan di jalan,” kata Agus.
Lebih lanjut, ia menegaskan pendekatan Polri kini tidak lagi semata mengedepankan penindakan, melainkan mengutamakan pendekatan humanis melalui komunikasi dan silaturahmi. Menurut Agus, komunitas ojol kini telah menjadi sahabat Polri dan bagian dari upaya bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Polantas tidak lagi hanya mengedepankan tilang, tetapi pendekatan hati. Komunikasi dan kolaborasi menjadi kunci. Ojol sudah menjadi mitra strategis dalam menjaga kamtibmas dan keselamatan lalu lintas,” ujar Agus.
Ia berharap sinergi antara Polri dan komunitas ojol dapat menjaga situasi tetap kondusif, khususnya di Sukabumi, sekaligus meningkatkan kamseltibcarlantas. Berbagai persoalan lalu lintas seperti kepadatan dan kemacetan juga dibahas bersama untuk dicarikan solusi.
“Keselamatan menjadi yang paling utama. Melalui komunikasi dan kebersamaan, yang terpenting adalah semua pengguna jalan selamat,” kata Agus.
Selain itu, peran asosiasi ojol didorong sebagai wadah untuk memperkuat koordinasi dan pembinaan. Berbasis pengalaman di lapangan, para pengemudi ojol diharapkan menjadi sumber informasi terkait kondisi lalu lintas secara real-time.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah perwakilan komunitas ojol di Sukabumi, di antaranya Komunitas GOCIB (Gabungan Ojol Cibadak) yang diwakili Muhamad Iqbal Alghifari, Komunitas SOGRABIS (Solidaritas Grab Sukabumi) oleh Ujang Sendi, Komunitas Booster (Baraya Online Sukabumi Parungkuda) oleh Yoga Pratama Putra, serta Komunitas LadyGrab (Perkumpulan Grab Wanita) yang diwakili Isye Siti Zahroh.
Salah satu perwakilan ojol dari komunitas SOGRABIS, Ujang Sendi, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pengemudi ojol dan kepolisian.
“Dengan adanya kegiatan ini, ojol dan kepolisian semakin menyatu. Kami memang sudah lama berharap ada forum seperti ini dan akhirnya terealisasi. Kehadiran Kakorlantas juga memperkuat kolaborasi di lapangan,” ujar Ujang.
Ujang menilai pendekatan yang dilakukan Polantas kini lebih humanis dan mengedepankan komunikasi. Harapannya ke depan hubungan ojol dan Polri semakin kuat dan kolaborasi semakin efektif.
Selain berdialog, Kakorlantas memberikan tali asih berupa paket sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengemudi ojol yang menjadi bagian penting dari transportasi harian masyarakat.
(Nov Marbun)














